Memahami Berbagai Istilah Umum dalam Investasi Saham

Investasi saham memang sangatlah popular dan banyak digemari dewasa ini. Investasi saham dinilai sebagai salah satu bentuk investasi yang cukup mudah dipelajari oleh pemula, serta risiko yang relatif lebih rendah. Tak hanya itu saja, investasi saham juga berpeluang untuk mendatangkan keuntungan yang cukup besar.

Untuk dapat mulai melakukan kegiatan investasi saham, tentunya terlebih dahulu kita perlu memahami investasi saham yang diinginkan serta sistem investasinya. Pada dasarnya, saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap sejumlah modal dalam sebuah perusahaan. Keuntungan yang didapatkan dari investasi saham ini dapat berupa pertambahan nilai jual saham, ataupun dividen di akhir tahun.

Sama seperti jenis investasi lainnya, investasi saham juga memiliki beberapa istilah penting yang wajib diketahui terutama oleh para investor pemula. Dalam rangka memahami  investasi saham, para calon investor haruslah mengetahui istilah-istilah umum dalam dunia saham. Dari lama ini, Berikut telah kami rangkum beberapa istilah yang umum ditemukan dalam dunia investasi saham:

  • Annual Report

Annual report dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai laporan tahunan. Annual report ini merupakan laporan perusahaan yang mencakup informasi keuangan, kinerja perusahaan, pencapaian, serta kompetisi dari suatu perusahaan selama satu tahun.

Annual report ini sangatlah penting bagi para calon investor, karena menyajikan informasi yang lengkap mengenai kinerja keuangan sebuah perusahaan dalam kurun waktu 1 tahun. Melalui annual report, calon investor dapat membuat pertimbangan mengenai langkah investasi yang dilakukan selanjutnya.

  • Broker

Broker atau investment broker dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai pialang saham. Broker bertugas untuk menjadi perantara transaksi saham antara investor (konsumen) dengan pasar modal. Biasanya, pihak broker terdaftar secara resmi di suatu bursa efek.

  • Bursa Efek

Bursa efek merupakan sebuah pasar saham, yakni tempat di mana transaksi saham berlangsung. Biasanya, bursa efek berhubungan dengan kegiatan jual-beli saham dari berbagai perusahaan yang terdaftar di bursa efek tersebut. Bursa efek melakukan transaksi di pasar sekunder, di mana mayoritas transaksi saham dilaksanakan oleh broker saham.

  • Emiten

Emiten merupakan sebutan untuk sebuah perusahaan atau badan usaha yang menawarkan efek kepada publik dan diperjual-belikan melalui bursa efek. Efek ini dapat berupa saham, obligasi, warrant, surat utang, serta surat berharga lainnya.

  • IHSG

IHSG merupakan kependekan dari Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG merupakan sebuah bentuk indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dan digunakan sebagai indikator pergerakan harga saham di bursa efek.

Indeks Harga Saham Gabungan ini mencakup pergerakan harga seluruh yang tercatat di BEI. IHSG berguna sebagai acuan dasar dalam berinvestasi, dan memberikan gambaran kepada investor tentang keadaan dan pergerakan saham dalam negeri (apakah sedang naik atau lesu).

  • IPO

IPO merupakan kependekan dari Initial Public Offering. Dalam Bahasa Indonesia, istilah IPO dikenal sebagai penawaran umum perdana.

IPO adalah penawaran saham perdana yang dimiliki sebuah perusahaan kepada para investor saham untuk pertama kalinya. Perusahaan tersebut kemudian akan bertransformasi menjadi perusahaan publik, di mana kemudian saham dari perusahaan tersebut akan diperdagangkan di dalam pasar sekunder melalui bursa efek.

  • Capital Gain

Capital gain adalah sebuah kondisi di mana sebuah saham yang dimiliki oleh seorang investor memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli sebelumnya. Oleh karena itu, capital gain bisa juga disebut sebagai nilai keuntungan.

  • Capital Loss

Kebalikan dari capital gain, capital loss adalah sebuah kondisi di mana sebuah saham yang dimiliki oleh seorang investor memiliki harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan harga beli sebelumnya. Oleh karena itu, capital gain bisa juga disebut sebagai nilai kerugian.

  • Bullish

Sebenarnya, istilah bullish diambil dari kata berbahasa Inggris ‘Bull’ yang memiliki arti banteng. Jika ditelisik lebih lanjut, biasanya seekor banteng melakukan pola penyerangan dari bawah ke atas. Oleh sebab itu, istilah bullish juga menggambarkan pergerakan saham dari bawah ke atas (meningkat). Dalam kata lain, kondisi bullish adalah ketika terjadi tren penguatan dari saham tertentu, atau terjadinya kenaikan harga saham.

  • Bearish

Berbeda dengan bullish, istilah bearish diambil dari kata berbahasa Inggris ‘Bear’ yang memiliki arti beruang. Jika ditelisik lebih lanjut, biasanya seekor beruang melakukan pola penyerangan dari atas ke bawah. Oleh sebab itu, istilah bearish juga menggambarkan pergerakan saham dari atas ke bawah (menurun). Dalam kata lain, kondisi bullish adalah ketika terjadi tren pelemahan dari saham tertentu, atau terjadinya penurunan harga saham.

  • Buyback

Buyback dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai pembelian kembali. Buyback mengacu pada proses pembelian kembali saham yang beredar di di pasaran yang dilakukan oleh pihak emiten (perusahaan) itu sendiri. Biasanya, buyback dilakukan ketika perusahaan melakukan delisting (keluar) dari bursa efek.

Selain itu, banyak juga perusahaan yang melakukan buyback untuk mengurangi jumlah saham yang beredar di pasaran, sehingga permintaan dan harga saham akan cenderung mengalami kenaikan. Alasan lainnya sebuah perusahaan melakukan buyback adalah untuk mengurangi nilai dividen tahunan yang harus dibagikan.

  • Dividen

Dividen merupakan istilah yang mengacu pada pembagian keuntungan (laba) perusahaan pada suatu periode tertentu (biasanya selama 1 tahun) kepada para investor atau pemegang saham, sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Pada umumnya, pembagian laba perusahaan dilakukan selama RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang dilakukan setiap tahunnya.

Itulah berbagai istilah umum yang kerap ditemukan dalam dunia investasi saham. Untuk dapat memahami  investasi saham dengan baik, seorang calon investor juga sebaiknya melakukan riset pergerakan saham tertentu.

Tak hanya itu saja, cara terbaik lainnya yang patut dicoba adalah dengan mengikuti berbagai workshop ataupun kegiatan edukasi saham yang rutin diadakan oleh berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Dengan demikian, pengetahuan mengenai saham akan semakin luas, dan peluang keuntungan yang bisa diperoleh akan semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *