PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG GANDENG KOMUNITAS UNTUK MENULIS CERITA RAKYAT.

KEPAHIANG. Bertempat di Aula Baca Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang,sabtu (23/10/21) diselenggarakan kegiatan Workshop Menulis Cerita Rakyat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang bekerjasama dengan Komunitas Literasi Ruang Rupa Metamorfosa (MetMo) mengangkat tema Menggali Sastra Lisan Kabupaten Kepahiang yang hampir tenggelam.

Kegiatan ini diikuti oleh mayoritas generasi milenial yang berasal dari berbagai Komunitas, para guru, tutor PKBM dan tutor LKP mitra Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang. Menariknya lagi, ternyata kegiatan ini juga dihadiri oleh utusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bersama utusan dari Musium Negeri Bengkulu, utusan dari Kampung Dongeng Kepahiang ‘Kak Lena bersama Aa Kibo’ serta utusan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA)Kabupaten Kepahiang.  

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang, H. Muhdi, S.Pd., M.MPd dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini menekankan pentingnya mengangkat kerya lokal  yang bersumber dari cerita lisan rakyat Kepahiang  agar mampu melahirkan penulis-penulis dari kalangan milenial. Beliau juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan dari semua pihak terhadap program Inovasi Daerah Kabupaten Kepahiang.

Narasumber dari Perpustakaan Provinsi Bengkulu, Eko Pranoto dalam uraiannya mengatakan bahwa serah simpan karya cetak dan karya rekam ke Perpustakaan Nasional maupun Perpustakaan Provinsi sangat penting dan sudah diatur oleh Undang-undang nomor 13 tahun 2018. Hal ini mengingat koleksi cerita rakyat di Perpustakaan Provinsi Bengkulu masih sangat minim.

Sadikin, S.Pd selaku narasumber dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang menguraikan pentingnya buku dalam melestarikan budaya dan peradaban sebuah bangsa. Sadikin juga menjelaskan salah satu peran penting Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang dalam pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah Pelibatan masyarakat untuk berkegiatan diperpustakaan. Oleh karena itu Perpustakaan Daerah senantiasa siap memfasilitasi dan bekerja sama dengan semua pihak dalam melakukan kegiatan.

Sementara itu,Emong Soewandi selaku  narasumber teknis menguraikan tentang teknik penulisan, kriteria serta metode penggalian cerita rakyat secara gamblang dan lengkap.

Dibagian lain Sadikin menyatakan “Kegiatan ini akan terus dikawal dan dibimbing oleh Komunitas Metamorfosa, narasumber teknis dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang hingga menghasilkan sebuah buku yang dapat digunakan sebagai sumber referensi diperpustakaan”, demikian tutup Sadikin. (sdk.67)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *